Bengkulu, TR.ID – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.Ap., menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional yang digelar bersama Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Provinsi Bengkulu Destita khairilisani, Sabtu 25.04.2026.
Acara bergengsi ini mengangkat tema besar “Transformasi Strategi Komunikasi Publik Untuk Mendukung Pembangunan Regional yang Inklusif dan Berkelanjutan”
Dalam pemaparannya, Bupati Arie Septia Adinata menekankan bahwa di era digital saat ini, cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat harus terus berubah dan menyesuaikan zaman. Komunikasi yang adaptif artinya mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, sementara komunikasi yang inklusif berarti terbuka untuk semua kalangan tanpa membeda-bedakan.
“Pembangunan tidak akan berjalan maksimal jika tidak didukung oleh komunikasi yang baik. Ketika komunikasi publik kita adaptif dan inklusif, maka informasi akan sampai dengan jelas, masyarakat akan mudah memahami program pemerintah, dan partisipasi publik akan meningkat,” ujar Bupati.
Ia juga menambahkan, dengan komunikasi yang efektif, setiap kebijakan dan program pembangunan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Hal ini tentu akan mempercepat proses pembangunan dan menjadikannya berkelanjutan, karena adanya dukungan dan rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat. Jelas Arie Septia Adinata.
Sementara itu, Anggota DPD RI, Destita khairilisani, menyampaikan apresiasi terhadap pandangan tersebut. Menurutnya, komunikasi publik yang modern menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah, serta menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Seminar ini diharapkan dapat melahirkan strategi baru dalam penyampaian informasi publik yang lebih canggih, terbuka, dan humanis, demi mewujudkan Bengkulu Utara yang maju, adil, dan sejahtera.
Diskusi tersebut dibuka Rektor Universitas Bengkulu Indra Cahyadinata dan mengangkat tema transformasi strategi komunikasi publik untuk mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Chulalongkorn University, Prof. Surichai Wun’Gaeo, sebagai narasumber. (De~Ru)
Editor : Redaksi












