Bengkulu Utara, TR ID – Sejumlah keluhan dan kecurigaan bermunculan dari kalangan petani sawit terkait dugaan penyalahgunaan serta ketidakjelasan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi bantuan pemerintah yang dikelola oleh pihak Koperasi yang Berada di salah satu desa di kecamatan Putri Hijau kabupaten Bengkulu Utara.
Para petani sawit menilai bahwa distribusi pupuk yang seharusnya menjadi hak dan kebutuhan utama dalam proses bertani, dirasakan tidak berjalan lancar dan tidak transparan. Banyak petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga yang telah ditetapkan.
Menurut sumber beberapa waktu yang lalu ketika di wawancarai media ini, Pihak koperasi memberikan pupuk diduga pilah pilah kepada anggota kelompok tani yang tergabung dalam dalam koperasi tersebut.
“Pengelolah koperasi, memberikan bantuan pupuk berdasarkan hasil dari drone dan satelit dan tiap anggota di mintai Uang sebesar Rp60.000,” Jelas Sumber.
“Untuk pupuk 2 karung Pupuk KCL dan Dolomit saya dimintai uang Rp300.00 mas,” Ujar nya
Lanjut Sumber, Setahu kami tidak pernah ada drone yang dipakai oleh pengelola koperasi tersebut untuk cek jumlah Batang kepala sawit, kami curigai itu alasan pihak pengelola koperasi saja untuk menarik uang dari anggota, Ujar sumber
Selain masalah pembagian, warga masyarakat petani sawit juga menyoroti dugaan adanya praktik penyalahgunaan alokasi pupuk bersubsidi yang diduga disalurkan kepada pihak yang tidak berhak, Sehingga merugikan petani kecil. Mereka menilai pengelolaan di koperasi tersebut belum dilakukan secara profesional dan akuntabel.
Warga dan para petani sawit meminta agar pihak pemerintah daerah khususnya Dinas Perkebunan serta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan pemeriksaan.
Mereka ingin memastikan apakah ada indikasi korupsi, mark-up harga, atau penyimpangan dalam administrasi penyaluran pupuk tersebut.
“Kami minta dilakukan audit dan pengawasan ketat. Jangan sampai pupuk subsidi yang merupakan program negara untuk membantu petani justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan sendiri,” tegasnya.
Para petani sawit berharap masalah ini segera diselesaikan agar kegiatan pertanian tidak terganggu dan dapat menghasilkan Tandan Buah Segar yang maksimal
Ketika dikonfirmasi pihak koperasi melalui Pesan WhatsApp (P), Kalo itu pertanyaan ya praduga ya monggo. Bisa di cek ke kantor karya sejati. (De~Ru)
Editor : Redaksi












