Bengkulu Tengah, TR.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 03 Kembang Seri, Bengkulu Tengah, mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, sebanyak tujuh siswa dilaporkan mengalami gejala mual dan pusing usai mengonsumsi makanan yang disediakan sekolah pada Kamis (23/4/2026).
Peristiwa ini memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat, terlebih salah satu siswa mengaku mencium aroma tidak sedap dari menu ayam yang disajikan.
Kepala SMP Negeri 03 Kembang Seri, Tirta Wijaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan kepada siswa yang terdampak.
“Memang ada beberapa anak yang mengeluhkan mual dan pusing setelah makan. Kita langsung membawa mereka ke Klinik Rizky Medika untuk dilakukan perawatan dan pengecekan. Ada tujuh siswa yang mengalami gejala, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kita belum bisa memastikan penyebabnya,” ujar Tirta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu terdiri dari ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum. Gejala muncul dengan waktu yang berbeda-beda—sebagian siswa mulai merasakan mual sekitar satu jam setelah makan, sementara lainnya mengeluh hanya beberapa saat setelah mengonsumsi makanan.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo, S.I.K., turut membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Benar, kejadian ini sedang kami dalami. Kami akan memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan lebih lanjut bersama pihak terkait,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah bersama instansi terkait masih melakukan investigasi untuk mengungkap apakah gejala yang dialami siswa benar disebabkan oleh makanan dalam program MBG atau faktor lain.
Pihak sekolah juga mengimbau orang tua siswa untuk tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi, sembari menunggu hasil resmi dari pemeriksaan yang tengah berlangsung.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius, mengingat program MBG seharusnya menjamin asupan gizi sekaligus keamanan konsumsi bagi para siswa—bukan justru menimbulkan kekhawatiran. Dilansir Dari Bengkulutoday.com
Editor : Redaksi












