Pengelola PKBM ARINDA Diduga Coba Suap Wartawan, Untuk Memberhentikan Pemberitaan

banner 120x600
banner 468x60

Arga Makmur, TR.ID ~ Terkait adanya pemberitaan dugaan fiktif Pengelolaan PKBM ARINDA yang berlokasi di desa Lubuk Saung, kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, yang diduga fiktif, Pihak Pengelola PKBM ARINDA coba suap wartawan untuk menghentikan pemberitaan.

Informasi terhimpun, seorang utusan Kepala PKBM ARINDA yang berinisial (RD) ada mendatangi Kakak Angkat Wartawan Media ini dirumah kediamannya di RT 9 Kelurahan Purwodadi, Argamakmur pada Senin siang, 17 Februari 2026.

Utusan Pengelola PKBM ARINDA tersebut mengaku sanak dengan Pengelola PKBM ARINDA dan juga masih ada hubungan kerabat juga dengan Istri Wartawan Media Ini.

Saat pertemuan tersebut, (RD) alias (Ni) yang merupakan utusan Pengelola PKBM ARINDA meminta tolong kepada Kakak angkat Wartawan media ini agar bisa membantu untuk menyampaikan ke Pimpinan Media ini untuk dapat menghentikan pemberitaan terkait PKBM ARINDA dengan menjanjikan uang sejumlah Rp. 3 Juta rupiah.

Kakak angkat wartawan media ini mengatakan, “tadi siang (RD) kerumah, dia minta tolong agar kau (wartawan media ini) menghentikan pemberitaan.”

“Dia menawarkan uang sejumlah 3 juta rupiah dari Pengelola PKBM ARINDA kalau semisal masih ada jalan damai,” ucapnya.

Mendengar cerita yang disampaikan oleh kakak angkat wartawan media ini mengatakan, “tidak bang, aku gak mau disuap.”

Selain menghubungi Kakak Angkat wartawan media ini, utusan Pengelola PKBM ARINDA yang lainnya yang berinisial (HE) ada menghubungi Buyung Karim, usai pemberitaan yang memuat statemen Buyung Karim terkait Dugaan Korupsi PKBM ARINDA.

Buyung Karim mengatakan, “tadi (HE) ada menghubungi saya dan mengatakan jangan melaporkan Dugaan Korupsi PKBM ARINDA.”

“Karena menurut (HE) pengelola PKBM ARINDA itu masih kerabat istrinya, dan nanti bisa merusak keharmonisan hubungan (He) dengan Pengelola PKBM ARINDA, apabila Saya mengadukan Dugaan Korupsi PKBM ARINDA” ucapnya.

“Mendengar kalimat (HE) tersebut, Saya langsung mengatakan, kalau (HE) tidak suka Saya menggunakan nama Ormas LAKI untuk mengadukan dugaan korupsi ini, Saya akan mengadukan secara personal saja.”

“Besok pagi Saya bersama kawan-kawan akan membuat laporan Dugaan Korupsi PKBM ARINDA ini ke Kejari dengan melampirkan KTP saja, tidak perlu Ormas,” pungkasnya. (***)

 

 

Editor : Redaksi

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *