Pernah di Mediasi Secara Adat, Oknum ASN Bengkulu Utara Bantah Tudingan Selingkuh Dengan Oknum Kades

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Meskipun sudah pernah di mediasi secara adat dugaan kasus perselingkuhannya dengan oknum kades, Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belakangan ini menjadi sorotan publik terkait dugaan hubungan khusus dengan seorang Kepala Desa, akhirnya angkat bicara dan membantah keras tudingan yang beredar luas di masyarakat dan media sosial.

Menurut pernyataannya, hubungan yang terjalin selama ini hanyalah hubungan profesional dan kenalan biasa, semata-mata karena jabatan yang diemban sang Kepala Desa selaku pemimpin pemerintahan di wilayah tempat tinggal dan lingkungannya tinggal.

baca juga : http://Dugaan Perselingkuhan ASN dan Oknum Kades di Bengkulu Utara Jadi Sorotan Publik https://tintarakyat.id/dugaan-perselingkuhan-asn-dan-oknum-kades-di-bengkulu-utara-jadi-sorotan-publik/

“Saya tegas membantah semua isu dan tudingan yang tidak berdasar itu. Saya hanya mengenal beliau sebagai Kepala Desa, pemimpin di desa saya dan tempat saya beraktivitas. Setiap kali bertemu atau berkomunikasi jika ada yang mau di urus sebagai warganya,” Jelasnya

Tidak ada hubungan khusus, tidak ada hubungan di luar batas kewajaran dan aturan, semuanya murni hubungan antar pejabat dan warga,” tegas oknum ASN tersebut saat memberi hak jawabnya melalui sambungan WhatsApp Sabtu 23.05.2026

Ia merasa sangat dirugikan dan nama baiknya tercoreng akibat isu yang berkembang liar tanpa bukti dan kejelasan. Menurutnya, bertemu dan berhubungan dengan kepala Desa, tokoh masyarakat, dan pemimpin wilayah adalah hal yang wajar.

“Kalau setiap kali saya bertemu atau berbicara dengan pemimpin desa lalu ditafsirkan salah, itu tidak adil. Kami warga dia,” tambahnya.

Ia juga menyatakan jika nanti dalam kepengurusan surat surat cerai dengan suaminya di pengadilan agama nanti selesai, dia tidak akan menikah dengan oknum kades tersebut

“Selesai urusan kepengurusan surat cerai saya di pengadilan agama, saya tidak akan menikah dengnn oknum kades tersebut, biar masyarakat tau saya memang tidak ada hubungan spesial sama dia,” Ucapnya

“Saya meminta agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar burung dan fitnah. Biarkan saya bekerja dengan tenang, dan biarkan fakta yang berbicara,” Ucapnya

Lanjutnya, Utuk Pelanggaran adat sudah selesai dulu di musyawarah adat desa setempat dan di depan kepala adat dan di saksikan juga oleh suami saya sendiri, Pungkasnya

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak oknum Kepala Desa yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang menyangkut dirinya tersebut. (De-Ru)

 

 

 

Editor : Redaksi

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *