Dugaan Perselingkuhan ASN dan Oknum Kades di Bengkulu Utara Jadi Sorotan Publik

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Dugaan hubungan terlarang antara seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Seorang oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Bengkulu Utara kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat. Isu yang disebut-sebut sudah lama beredar di tengah warga itu kini kembali mencuat setelah pihak keluarga suami dari oknum ASN yang berdinas di salah satu Instansi di Bengkulu Utara angkat bicara kepada awak media.

Kepada wartawan, pihak suami mengaku desas-desus dugaan perselingkuhan tersebut sebenarnya sudah lama diketahui Pihak keluarga dan masyarakat desa setempat. Bahkan, menurutnya, persoalan itu sempat diselesaikan melalui musyawarah adat yang digelar di rumah ketua adat desa setempat.

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama. Bahkan dulu pernah dilakukan musyawarah adat dan perdamaian di rumah ketua adat desa kami. Waktu itu sudah ada kesepakatan bahwa keduanya tidak akan mengulangi lagi,” ungkap pihak suami kepada awak media, Jumat (22/5/2026).

Namun, lanjutnya, dugaan hubungan tersebut disebut masih terus berlanjut. Pihak keluarga bahkan mengaku pernah beberapa kali memergoki keduanya bertemu secara diam-diam.

“Namanya manusia kalau sudah gelap mata dan hatinya, ya seperti ini. Kami pernah mendokumentasikan mereka bertemu dan masuk ke ATM berdua,” ujarnya.

Pihak keluarga juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu mereka hampir melakukan penggerebekan terhadap keduanya saat oknum kepala desa diduga mengantar oknum ASN ke salah satu tempat urut. Namun, rencana penggerebekan tersebut disebut bocor sehingga oknum kades lebih dulu melarikan diri.

“Beberapa waktu lalu mereka hampir kami gerebek saat oknum kades mengantar oknum ASN urut di salah satu tukang urut. Tapi informasi itu bocor, jadi saat kami datang oknum kades sudah melarikan diri dan yang kami temui hanya oknum ASN, di tempat tukang urut,” bebernya.

Keluarga suami pun mengaku kecewa lantaran persoalan yang sebelumnya telah diselesaikan secara adat justru diduga kembali terulang. Mereka berharap ada penyelesaian tegas agar persoalan tersebut tidak terus menjadi konsumsi liar di masyarakat.

“Sepandainya tupai melompat suatu saat pasti akan jatuh. Ini seperti menyimpan bangkai, lama-kelamaan pasti akan tercium juga aromanya,” ujar salah satu keluarga suami dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum ASN dan oknum kepala desa yang disebut dalam dugaan perselingkuhan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan berimbang. (De-Ru)

 

 

 

Editor : Redaksi

 

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *