Korban Dugaan Kekerasan di SMAN 2 BU Minta APH Usut Tuntas, Tolak Damai

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Kasus dugaan pemukulan yang menimpa seorang siswi di SMA Negeri (SMAN) 2 Bengkulu Utara kembali menjadi sorotan. Korban dan keluarganya kembali menegaskan permintaan agar aparat penegak hukum (APH) Polres Bengkulu Utara mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Hal ini disampaikan menyusul upaya penyelesaian yang hingga saat ini belum menemui titik temu. Padahal, kejadian ini bermula sejak September 2025 lalu, ketika korban berinisial MA sempat pingsan dan Sempat mendapatkan perawatan medis di IGD RSUD Arga Makmur usai menjadi korban kekerasan di sekolah.

“Kami tidak mau tahu lagi soal perdamaian atau penyelesaian di luar jalur hukum. Kami minta polisi bekerja profesional, mengumpulkan semua bukti, dan menyeret siapa saja yang bertanggung jawab ke meja hijau,” ujar perwakilan keluarga korban, Rabu (6/5/2026).

Keluarga menilai, peristiwa ini bukan hanya masalah biasa antar siswa, melainkan tindak pidana kekerasan yang harus dipertanggungjawabkan. Selain luka fisik, korban juga dikabarkan masih mengalami trauma psikologis yang cukup berat akibat kejadian tersebut.

Selain menuntut proses hukum terhadap pelaku, keluarga juga menyoroti dugaan adanya tekanan dan intimidasi yang dialami korban dari pihak sekolah. Mereka menilai hal tersebut sangat tidak pantas dan justru menghalangi upaya penegakan keadilan.

“Anak kami sudah menjadi korban, tapi malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Ini sangat menyakitkan. Kami berharap polisi benar-benar mengusut tuntas sampai ada kepastian hukum,” tegasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu Utara saat di konfirmasi penyidik di ruang kerjanya, kami masih terus melakukan penyelidikan kasus ini. Ucap penyidik

Masyarakat pun berharap kasus ini dapat segera terungkap dengan jelas, sehingga keadilan bisa ditegakkan dan tidak ada lagi korban kekerasan di lingkungan sekolah. (De-Ru)

 

 

 

Editor : Redaksi

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *