Dua Bulan Penutup 2026, Bupati Arie Tegaskan Kejar Realisasi Anggaran, Peringatkan Evaluasi Kinerja   

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Tinggal dua bulan lagi menutup tahun 2026, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera membereskan segala kendala dan mempercepat realisasi anggaran. Langkah ini bukan sekadar mengejar target tahun berjalan, melainkan kesiapan menghadapi tahun 2027 yang diproyeksikan membawa tantangan fiskal berat, dengan rencana efisiensi anggaran daerah mencapai Rp180 miliar.

Arahan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Pimpinan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) di Ruang Command Centre, Selasa (27/10/2026), yang dihadiri para pimpinan OPD dan pemangku kepentingan terkait.

“Saya tidak ingin mendengar alasan dinamika atau kendala di lapangan. Semua permasalahan harus bisa diselesaikan dalam dua bulan ke depan,” tegas Bupati Arie Septia Adinata.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kinerja yang telah ditunjukkan selama ini, namun menegaskan sinergi dan kolaborasi antar-perangkat daerah harus semakin diperkuat. Penyerapan anggaran tidak hanya sekadar cepat, tetapi harus tepat aturan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bengkulu Utara.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati ASA menegaskan hal yang tak kalah penting: seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari Kepala OPD hingga seluruh jajaran di bawahnya, akan dievaluasi kinerjanya jika tidak bekerja secara optimal.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk pengingat bahwa efisiensi anggaran yang akan diterapkan tahun depan menuntut kualitas kerja yang lebih tinggi dan akuntabilitas yang ketat. Tidak ada ruang bagi kinerja yang tidak maksimal, karena setiap rupiah anggaran yang dikelola harus memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menyadari tahun depan akan menghadapi tekanan fiskal yang cukup besar. Pengelolaan keuangan daerah yang disiplin, efektif, dan efisien menjadi kunci utama. Meski ada penyesuaian dan pemangkasan anggaran sebesar Rp180 miliar, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal dan tidak boleh menurun kualitasnya.

“Efisiensi bukan berarti menurunkan pelayanan, melainkan bagaimana kita bekerja lebih cerdas, lebih tepat sasaran, dan lebih bertanggung jawab atas setiap anggaran yang digunakan,” tambah Bupati.

Saat ini seluruh OPD diminta berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan program dan kegiatan tahun 2026 sekaligus menyusun rencana kerja yang lebih ramping namun berdampak untuk tahun depan. Semangat baru di akhir tahun menjadi pijakan untuk menghadapi tahun 2027 dengan lebih tangguh dan berdisiplin. (Evan)

 

 

Editor : Redaksi

 

 

 

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *