Diduga Pembangunan Drainase DD Senali 2025 di kelola TPK, Mencari Keuntungan Pribadi

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara TR.ID~Pembangunan drainase sepanjang 155 meter di Desa Senali , Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menuai kontroversi. Proyek yang menelan anggaran 103.931.500 dari Dana Desa tahun 2025 ini dikerjakan oleh TPK Desa Senali, namun kualitasnya dipertanyakan.

Ketika Beberapa awak Media melakukan investigasi lapangan beberapa beberapa waktu yang lalu, menemukan sejumlah indikasi penyimpangan adanya proyek drainase tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas.

“Berdasarkan Temuan di lapangan, kualitas pasir yang digunakan di bawah standar kelayakan konstruksi ,Parahnya lagi, ada di beberapa titik drainase sudah mengalami keretakan ini bukti nyata rendahnya kualitas pekerjaan.

Keretakan pada drainase yang baru dibangun menjadi indikator kuat adanya dugaan penggunaan material berkualitas rendah dan proses pengerjaan yang tidak sesuai standar Serta dugaan materi yang digunakan berkualitas rendah Berpotensi Ada Indikasi Korupsi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dari pihak terkait, maupun Kecamatan Sangkapura. Diduga lemahnya pengawasan turut berkontribusi pada rendahnya kualitas proyek ini.

Anggaran puluhan juta rupiah yang digelontorkan dari Dana Desa seharusnya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan sebaliknya , Kondisi ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat Desa Senali yang seharusnya menikmati manfaat dari pembangunan drainase tersebut.

Dengan Temuan di lapangan ini di harapkan Pemerintah Kabupaten Melalui dinas terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap proyek ini , agar pihak berwenang menindak tegas para pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dan memastikan perbaikan drainase yang sudah retak agar sesuai standar.

Diduga TPK untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memperdulikan kualitas Pekerjaan, diminta APH untuk memantau kejelasan dan transparansi terkait penggunaan dana desa juga menjadi tuntutan penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pemantauan awak di lapangan TPK dan sekdes Selaku penanggung jawab kegiatan bukan kepala Desa.

Saat dikonfirmasi dengan kepala desa Senali,”saya tidak ikut sertakan dalam kegiatan tersebut,lebih jelasnya konferensi saja dengan sekdes saya. Ucap Meriyenti

Ketika dikonfirmasi TPK kegiatan Desa Senali sampai berita ini di terbitkan belum memberikan hak Jawabnya. (***)

 

 

EDITOR : REDAKSI

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *