Bengkulu Utara, TR.ID — Harapan masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara atas janji “jalan mulus” yang disampaikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan kini berhadapan dengan kenyataan yang jauh berbeda. Kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah tersebut masih memperlihatkan kerusakan parah, dipenuhi lubang, berlumpur, dan tergenang air, sehingga memaksa pengendara melintas dengan sangat hati-hati.
Pada peringatan HUT Kabupaten Bengkulu Utara ke-67, 4 Juli 2026, Gubernur Helmi Hasan secara tegas menyatakan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Tiga ruas jalan bahkan disebut secara spesifik akan segera mendapat penanganan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp60,7 miliar, yakni:
– Ruas Kerkap–Tanjung Agung Palik (TAP)–Lubuk Durian: Rp21,7 miliar
– Ruas Gunung Selan–Lais: Rp22 miliar
– Ruas Ketahun–Napal Putih: Rp17 miliar
Janji tersebut semula disambut gembira oleh warga, mengingat kerusakan jalan di wilayah tersebut telah lama menjadi keluhan utama yang menghambat mobilitas dan perekonomian masyarakat. Namun, hingga saat ini, kondisi jalan di sejumlah titik pada ruas-ruas tersebut belum menunjukkan perubahan berarti. Badan jalan masih dipenuhi lubang-lubang dalam dan genangan air, permukaan rusak dan berlumpur, sehingga rawan kecelakaan dan menghambat distribusi hasil bumi.
Kondisi ini memicu pertanyaan tajam dari masyarakat: Di mana jalan mulus yang dijanjikan? Warga berharap janji yang disampaikan bukan sekadar retorika belaka, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan jalan yang nyata dan berkualitas.
Persoalan ini kian mendapat sorotan publik bersamaan dengan munculnya pertanyaan terkait kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Bengkulu. Masyarakat mempertanyakan apakah anggaran yang telah dijanjikan tersebut benar-benar tersedia, kapan pelaksanaannya dimulai, dan bagaimana transparansi serta pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut agar tidak berhenti pada janji semata.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu serta Sekretariat Gubernur untuk mendapatkan penjelasan terkait jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, dan kendala yang mungkin dihadapi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi. Pihak terkait tetap dipersilakan memberikan klarifikasi untuk dilaporkan guna menjaga keseimbangan informasi sesuai prinsip jurnalistik.
Masyarakat berharap pemerintah provinsi segera memberikan kepastian dan merealisasikan janji tersebut, mengingat infrastruktur jalan yang baik adalah hak sekaligus kebutuhan mendesak bagi seluruh warga Bengkulu Utara.











