Bengkulu Utara, TR.ID – Tidak kurang dari enam instansi turun tangan dalam monitoring kesiapan lahan pembangunan SPAM IKK Ketahun. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mematangkan persiapan proyek strategis yang akan didanai APBN 2026 tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat SSPIP Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Bengkulu, Bapperida, Dinas PUPR, Bagian Pembangunan Setdakab, hingga Perumda Air Minum Tirta Ratu Samban bergerak bersama mengecek kesesuaian lahan di Bukit Makmur dan Desa Marga Bakti.
Langkah kolaboratif ini dinilai penting untuk memastikan seluruh aspek beresolusi sebelum kontrak konstruksi ditandatangani.
“Persoalan lahan dan aksesibilitas harus clear,” tegas perwakilan Direktorat SSPI.
Jika tidak, proyek bisa tersendat meskipun kontraktor sudah siap di lapangan.
Sementara itu, peran pemerintah daerah setempat juga mendapat sorotan. Perwakilan BPBPK Bengkulu mengingatkan bahwa dukungan dari kecamatan dan desa sangat vital.
“Keberhasilan proyek ini bukan hanya tanggung jawab kontraktor dan pengawas, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan sinergi yang sudah terbangun ini, proses lelang diharapkan dapat berjalan mulus. Jika semua tahapan readiness criteria terpenuhi, maka target pelayanan 3.000 sambungan rumah (SR) untuk warga Kecamatan Ketahun, Kecamatan Pinang Raya dan sekitarnya bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah keniscayaan. (Adv)
EDITOR : REDAKSI












