Hadapi Pemangkasan TKD Rp 119 Miliar, Efesiensi Anggaran di Perketat, Prioritas Program Menyentuh Langsung Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID ~ Dampak dari pemangkasan dari pusat di kuatir kan mengenai kurangnya pembangunan pada tahun 2026 di kabupaten Bengkulu Utara dan mulai mencuat di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini dipicu oleh adanya pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga Rp 119 Miliar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, saat ini mulai mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan pada tahun 2026.

Dengan fokus pada sektor-sektor yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Kebijakan ini diambil menyusul pemangkasan anggaran TKD (Transfer Ke Daerah) sebesar Rp 119 miliar, yang memaksa pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam menetapkan skala prioritas.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menegaskan bahwa dalam situasi anggaran yang lebih ketat ini, pembangunan harus benar-benar terasa manfaatnya oleh warga.

Ia menyatakan bahwa program-program yang berdampak langsung dan mampu meningkatkan perekonomian serta konektivitas masyarakat akan diutamakan.

“Tantangan ke depan, prioritas pembangunan harus berdampak langsung kepada masyarakat,” Kata Bupati

Sementara Kepala BKAD Bengkulu Utara, Carles Jonson ST, MM., ketika di konfirmasi media di ruang kerjanya Jum,at 6 Maret 2026, menyatakan bahwa efisiensi ini merupakan langkah antisipatif agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal.

Fokus pemerintah daerah adalah pada pembangunan yang menyentuh hajat hidup orang banyak sesuai dengan program program yang sudah diprioritaskan oleh Bupati, Jelas Charles

Sebagai implementasinya, Pemkab Bengkulu Utara akan memusatkan anggaran pembangunan Tahun 2026 Sesuai dengan program program skala prioritas Bupati dan Wakil Bupati yang langsung menyentuh masyarakat, imbuhnya

Lanjutnya, Keputusan untuk memfokuskan anggaran pada sektor program yang langsung menyentuh masyarakat didasarkan pada evaluasi kebutuhan mendesak di lapangan. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang baik diharapkan dapat menekan biaya logistik dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Ucapnya

Agar arah kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara betul-betul dirasakan manfaatnya dan searah dengan program kepala daerah, bebernya

“Langkah ini yakini akan mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dan langsung menyentuh masyarakat sesuai dengan program prioritas Bupati dan wakil Bupati Bengkulu Utara,” Tegas Charles (Adv)

 

 

 

Laporan : De~Ru

Editor     : Redaksi

 

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *