Bekas Galian Tambang Diduga Milik PT Injatama Jebol, Lahan dan Perkebunan Warga Pondok Bakil Terendam

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID — Warga Desa Pondok Bakil, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, melaporkan terjadinya luapan air yang diduga berasal dari bekas galian tambang batu bara, yang menyebabkan lahan pertanian dan perkebunan warga tergenang air. Peristiwa ini terungkap keterangannya pada Senin (14/9/2026).

Berdasarkan keterangan warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, air meluap dari area yang diduga bekas galian tambang batu bara yang dikelola oleh PT Injatama, merembes masuk ke areal tanaman warga dan mengancam kerusakan lahan produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Warga meminta pihak berwenang meninjau lokasi guna memastikan penyebab kejadian serta adanya langkah perbaikan dan ganti rugi yang layak bagi warga yang terdampak.

Selanjutnya, masyarakat yang terdampak berharap pihak berwenang maupun pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan langsung, menelusuri penyebab pasti terjadinya jebolnya tanggul, serta memastikan adanya langkah perbaikan dan ganti rugi yang layak bagi warga yang terdampak.

Terkait peristiwa tersebut, awak media mengonfirmasi langsung kepada pihak manajemen PT Injatama melalui pesan WhatsApp pada Selasa (15/9/2026). Pihak perusahaan memberikan penjelasan yang berbeda dengan keterangan warga:

“Itu bukan kolam yang jebol, melainkan saluran air yang menyumbat gorong-gorong sehingga badan jalan jebol. Air sempat melintas melewati kebun warga, namun tidak ada rumah yang terendam. Saat ini kondisi air sudah surut,” jawab pihak manajemen.

Ketika ditanyakan kembali apakah sumber air berasal dari kolam penampungan milik perusahaan, pihak manajemen menjelaskan

“Bukan. Kolam kami aman, alat pemantauan masih berfungsi dan menunjukkan kondisi terkendali.”

 

 

Laporan : De~Ru

Editor    : Redaksi

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *