Dipangkas TKD Rp 129 Milyar, Bupati Bengkulu Utara Prioritas Pembangunan Berdampak Langsung Menyentuh Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Dampak dari pemangkasan dari pusat di kuatir kan mengenai kurangnya pembangunan pada tahun 2026 di kabupaten Bengkulu Utara dan mulai mencuat di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini dipicu oleh adanya pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga Rp129 miliar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, saat ini mulai mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan pada tahun 2026.

Dengan fokus pada sektor-sektor yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Kebijakan ini diambil menyusul pemangkasan anggaran TKD (Transfer Ke Daerah) sebesar Rp129 miliar, yang memaksa pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam menetapkan skala prioritas.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menegaskan bahwa dalam situasi anggaran yang lebih ketat ini, pembangunan harus benar-benar terasa manfaatnya oleh warga.

Ia menyatakan bahwa program-program yang berdampak langsung dan mampu meningkatkan perekonomian serta konektivitas masyarakat akan diutamakan.

“Tantangan ke depan, prioritas pembangunan harus berdampak langsung kepada masyarakat.

Kita tidak bisa lagi membiarkan anggaran tersebar pada program-program yang manfaatnya tidak langsung dirasakan rakyat.

Fokus kita adalah pada pembangunan yang menyentuh hajat hidup orang banyak,” tegas Bupati Arie dalam pengumuman resminya, Sabtu (25/10/2025).

Sebagai implementasinya, Pemkab Bengkulu Utara akan memusatkan anggaran pembangunan Tahun 2026 pada tiga jenis infrastruktur utama, yaitu jalan, irigasi dan jembatan.

Keputusan untuk memfokuskan anggaran pada tiga sektor ini didasarkan pada evaluasi kebutuhan mendesak di lapangan. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang baik diharapkan dapat menekan biaya logistik dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Sementara itu, penguatan jaringan irigasi dianggap krusial untuk menjaga ketersediaan air bagi petani, terutama di musim kemarau.

Dengan kebijakan ini, Bupati Arie menyampaikan dengan Wakil Bupati dan jajaran, harus banyak diskusi dan duduk bersama.

Agar arah kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara betul-betul dirasakan manfaatnya.

“Langkah ini kami yakin akan mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” demikian Bupati. (***)

 

 

EDITOR : REDAKSI

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *