Bengkulu Utara TR.ID ~ Pembangunan sarana penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di Desa Dusun Raja , Kecamatan Lais , Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi sorotan publik setelah anggaran yang dialokasikan dinilai tidak sebanding dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan informasi proyek, dana desa tahun anggaran 2025 tahap satu digunakan untuk membangun 15 unit lampu PJU dengan total anggaran mencapai ratusan juta Rupiah. Namun, pantauan langsung di lokasi menunjukkan spesifikasi lampu yang dipasang diduga tidak sesuai Spek, sehingga menimbulkan dugaan pembengkakan harga.

Terpantau PJU tenaga surya yang sudah di bangun baru beberapa bulan banyak berkarat, tiang pipa tipis diduga tidak sesuai RAB Pada gambar dan lampu PJU diduga 400 watt dan di duga tidak sesuai spek dalam RAB.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa pembangunan PJU memang sangat dibutuhkan untuk penerangan jalan, tetapi biaya yang dicantumkan dinilai terlalu tinggi. Dengan harga pasar yang lebih rendah untuk lampu tenaga surya sejenis, masyarakat khawatir terjadi praktik mark’up dalam pengadaan proyek ini.
Warga mempertanyakan legalitas CV yang mengerjakan PJU tenaga surya desa Dusun Raja yang diduga mengabaikan mutu dan kualitas dalam pembangunan JPU tersebut.
Kades Dusun Raja Suroyo ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp sampai berita ini di terbitkan belum memberikan hak Jawabnya. (De~Ru)
EDITOR : REDAKSI












