Jakarta, TR.ID – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), guna membahas dan mengusulkan dukungan sarana serta prasarana penanggulangan bencana bagi daerahnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat, mengingat keduanya menjalin hubungan persahabatan yang erat sejak masa Letjen Kristomei menjabat sebagai Pangdam Radin Inten yang membawahi wilayah Bengkulu dan Lampung. Bahkan belum lama ini, Kepala BNPB yang baru dilantik tersebut sempat menginap di Balai Daerah Bengkulu Utara saat melakukan kunjungan kerja saat menjabat Pangdam Radin Inten
Kedekatan personal ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi penguatan kapasitas kebencanaan di Kabupaten Bengkulu Utara yang memiliki keragaman potensi bencana cukup tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arie didampingi oleh Plt. Kepala BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, Ir. H. Alfian, M.M. Ia memaparkan bahwa wilayah Bengkulu Utara memiliki karakteristik potensi bencana yang beragam, meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, abrasi pantai, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.
Bupati Arie juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB RI yang resmi dilantik pada 15 Oktober 2026 lalu.
“Kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan dan dukungan sarana prasarana yang memadai guna menjamin kecepatan mobilisasi personel, pelaksanaan evakuasi, penyelamatan korban, distribusi bantuan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Bupati Arie.
Sebagai langkah konkret penguatan kesiapsiagaan daerah, Pemkab Bengkulu Utara mengajukan usulan kebutuhan sebagai berikut:
1. Mobil Rescue : 4 unit
2. Mobil Serba Guna : 2 unit
3. Mobil Pick Up : 3 unit
4. Tenda Pengungsi : 10 unit
5. Tenda Posko : 5 unit
6. Tenda Keluarga : 10 unit
7. Perahu Karet : 10 unit
Bupati Arie berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat memperkuat kapasitas daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana, sekaligus mempercepat penanganan jika bencana terjadi. (De-Ru)
Editor : Redaksi












