Warga Pertanyakan Hasil Sidak DLH Provinsi ke Tambak Udang MTS Kota Agung: Dinilai Hanya Pencitraan

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bengkulu yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambak udang Maju Tambak Sumur (MTS), Kota Agung kecamatan Air Besi. Bengkulu Utara, beberapa waktu yang lalu, menuai pertanyaan tajam dari masyarakat setempat. Alih-alih membawa perubahan nyata dan penyelesaian masalah lingkungan yang sudah lama dikeluhkan, kehadiran tim dinilai sekadar seremonial dan bentuk pencitraan belaka.

Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku kecewa dengan hasil sidak tersebut. Pasalnya, masalah pencemaran lingkungan, bau tak sedap, serta kerusakan saluran air yang diduga kuat berasal dari aktivitas tambak udang itu masih saja terjadi dan belum ada perbaikan berarti pasca kunjungan petugas.

“Kami sudah berharap banyak saat mendengar ada tim dari DLH Provinsi datang. Kami pikir ada tindakan tegas, ada evaluasi serius, atau setidaknya ada solusi yang ditawarkan. Tapi nyatanya, mereka hanya berkeliling sebentar, memotret di sana-sini, lalu pergi. Sampai sekarang kondisinya masih sama persis, masalah kami belum selesai sama sekali,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (28/5/2026).

Warga menilai, sidak yang dilakukan lebih terkesan dipentaskan untuk konsumsi publik dan media, bukan untuk mencari akar masalah atau menindaklanjuti pelanggaran yang ada. Padahal, keluhan warga terkait dampak lingkungan dari operasional tambak udang tersebut sudah disampaikan berulang kali ke berbagai pihak.

Menurut warga, limbah yang dibuang ke saluran air sekitar diduga mengandung zat yang mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan warga, serta merusak ekosistem air. Namun, hingga kini belum ada langkah tegas maupun rekomendasi yang jelas dari DLH Provinsi terkait hal tersebut.

“Kalau memang serius mengawasi dan menegakkan aturan, seharusnya ada pemeriksaan mendalam, ada pengambilan sampel yang benar-benar diperiksa, dan ada tindakan jika terbukti melanggar. Jangan hanya datang, berfoto, lalu diam saja. Itu namanya cuma pencitraan agar terlihat bekerja, tapi faktanya kami yang tetap menanggung dampak buruknya,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH Provinsi mengenai hasil lengkap sidak maupun langkah tindak lanjut yang akan dilakukan terkait persoalan tambak udang MTS Kota Agung ini. Warga pun berharap ada langkah nyata, bukan sekadar kunjungan yang berakhir tanpa hasil. (De-Ru)

 

 

EDITOR : REDAKSI

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *