Pembagunan SPALD Terpusat Skala Permukiman: Langkah Strategis Tata Kelola Air Limbah Berbasis Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Bengkulu Utara, TR.ID – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur sanitasi yang layak. Salah satu langkah nyata yang tengah digalakkan saat ini adalah pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat Skala Permukiman dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Program ini ditargetkan menjadi solusi utama mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan akibat pembuangan air limbah rumah tangga yang belum terkelola dengan baik di berbagai desa dan kelurahan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah daerah di bidang sanitasi yang didanai melalui anggaran APBD Kabupaten, dengan melibatkan peran aktif warga mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan nantinya.

Sasaran utamanya adalah kawasan permukiman padat penduduk yang belum memiliki akses pengolahan air limbah memadai, di mana selama ini air buangan dari dapur, kamar mandi, dan cucian masih banyak dibuang langsung ke selokan, parit, maupun badan air yang berisiko menularkan penyakit dan merusak kualitas tanah serta sumber air bersih.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bengkulu Utara, Munadi. SP., Melalui Kabid Bidang Kawasan Permukiman, Sofyan effendi.ST., Menjelaskan, SPALD Terpusat Skala Permukiman adalah sistem pengolahan terpadu yang melayani sekumpulan rumah tangga dalam satu kawasan tertentu. Ucapnya

Air limbah dari setiap rumah akan disalurkan melalui jaringan perpipaan menuju satu unit instalasi pengolahan pusat. Di sana, air limbah diproses secara bertahap hingga memenuhi baku mutu lingkungan sebelum akhirnya dibuang kembali ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali, sehingga aman dan tidak mencemari. Beber Sofyan Efendi.

“Keunggulan utama program ini adalah keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama. Bukan hanya menjadi penerima manfaat, warga dilibatkan dalam diskusi penentuan lokasi, gotong royong pembangunan, hingga dibentuk kelompok pengelola yang bertanggung jawab merawat fasilitas ini agar awet dan berfungsi jangka panjang. Ini kuncinya, karena sebaik apa pun bangunannya, tidak akan berguna jika tidak dirawat bersama,” ungkapnya.

Untuk Pembangunannya lagi tahap verifikasi Rencana Kerja Masyarakat ( RKM )

1. Pembangunan Tanki Septik dan Jamban skala Individual Perdesaan – Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya

2. Pembangunan Tanki Septik dan Jamban skala Individual Perdesaan – Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap

📌 Tahapan & Mekanisme Pelaksanaan

Pembangunan berjalan secara bertahap di titik lokasi prioritas , dengan tahapan sebagai berikut:

1. Perencanaan Partisipatif: Musyawarah warga dilakukan untuk menyepakati jalur jaringan, lokasi instalasi pengolahan, dan kesepakatan kontribusi bersama.

2. Pelaksanaan Konstruksi: Pekerjaan struktur utama dan pemasangan pipa dikerjakan oleh tenaga ahli, disertai gotong royong warga untuk pekerjaan pendukung guna menekan biaya sekaligus menumbuhkan rasa memiliki.

3. Pembentukan Kelembagaan: Dibentuk Kelompok Masyarakat Pengelola (KMP) yang dilatih secara teknis mengenai cara mengoperasikan, memantau kualitas air, dan melakukan perawatan rutin.

4. Operasi & Pemeliharaan Berkelanjutan: Ditetapkan iuran warga yang terjangkau secara musyawarah, digunakan khusus untuk biaya operasional dan perbaikan ringan, sehingga fasilitas mandiri dan tidak bergantung terus pada anggaran pemerintah.

✨ Manfaat Besar Bagi Warga & Lingkungan

Setelah beroperasi nanti, manfaat yang akan dirasakan masyarakat sangat nyata, antara lain:
✅ Mencegah Penyakit: Mengurangi drastis risiko penyebaran penyakit kulit, diare, tifus, dan penyakit saluran pencernaan lainnya yang bersumber dari lingkungan kotor.
✅ Melindungi Sumber Air: Sungai, sumur, dan mata air tetap bersih karena tidak lagi tercemar limbah rumah tangga.
✅ Meningkatkan Nilai Lingkungan: Permukiman menjadi lebih bersih, bebas bau tidak sedap, sehat, dan layak huni.
✅ Kemandirian Warga: Membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas umum dan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.

Sofyan Efendi melanjutkan, Pemerintah Kabupaten berharap pembangunan SPALD ini dapat menjadi percontohan, lalu diterapkan ke wilayah lain di Bengkulu Utara. Sanitasi yang baik disebut sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan kunci percepatan pembangunan kesehatan dasar daerah.

“Kami ingin memastikan setiap warga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat. Melalui pendekatan berbasis masyarakat ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga air dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” Ucapnya

Pembangunan diharapkan rampung sepenuhnya akhir tahun ini dan langsung bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, bersih, dan lestari menuju Bengkulu Utara Maju, Hebat dan Bahagia, Pungkas Sofyan Efendi. (Adv)

 

 

 

Laporan : Evan

Editor     : Redaksi

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *