Medio Yulisto Ditunjuk Jadi Ketua DPW PSI Bengkulu

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, TR.ID ~ Medio Yulistio ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bengkulu oleh Ketua Umum Kaesang Pangarep dijakarta beberapa waktu yang lalu, ini menandai fase baru perjalanan PSI di Bumi kelahiran  Fatmawati, sang penjahit sang saka Merah Putih .

Keputusan tersebut bukan sekadar rotasi struktural, melainkan sinyal arah PSI ingin lebih membumi, dekat dengan denyut sosial masyarakat provinsi Bengkulu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.

Medio Yuliasto bukan figur yang asing bagi ruang-ruang diskusi publik di Bengkulu. Ia tumbuh dari dunia aktivis, proses panjang yang selalu konsisten berinteraksi dengan masyarakat, menyimak langsung persoalan warga, dan memahami dinamika daerah dari pengalaman lapangan.

Ketika PSI membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca konteks lokal, pilihan ini terasa masuk akal. Bengkulu membutuhkan politik yang mendengar sebelum berbicara, bekerja sebelum berjanji.

Tantangan PSI Bengkulu jelas tidak ringan. Kepercayaan publik harus terus dibangun, basis dukungan diperluas, dan kerja politik diarahkan pada solusi. Kepemimpinan yang memahami daerah akan lebih cepat menentukan prioritas. Bukan sekadar membaca laporan, tetapi merasakan langsung persoalan yang dihadapi warga dari akses layanan, peluang ekonomi, hingga ruang partisipasi anak muda.

Pergantian kepemimpinan dari sebelumnya juga menunjukkan kedewasaan organisasi. PSI memberi ruang bagi regenerasi dan penyesuaian arah sesuai kebutuhan. Ini penting agar partai tetap lincah dan responsif. Politik yang sehat adalah politik yang berani berbenah.

Di bawah kepemimpinan Medio, PSI Bengkulu memiliki peluang memperkuat identitas sebagai partai yang sederhana dalam bahasa, jujur dalam sikap, dan konsisten dalam kerja.

Politik tidak harus rumit untuk berdampak. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk hadir dan ketekunan untuk menyelesaikan.

Bagi publik Bengkulu, kepemimpinan baru ini menghadirkan harapan. Harapan bahwa politik bisa lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih solutif. Jalan masih panjang, namun langkah awal sudah ditentukan: membumi, bekerja, dan mendengar. (***)

 

 

EDITOR : REDAKSI

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *